11 September 2025
Kupas tuntas kardiomiopati terkait aritmia mulai dari diagnosis, terapi modern, sampai dengan pencegahan kematian jantun...
Workshop bertajuk Different Approaches in The Management of Cardiomyopathy Related Arrhythmias yang digelar di Dubai Room, Level 11, menghadirkan suasana ilmiah penuh antusiasme. Dipandu oleh course director Irnizarifka, MD, acara ini menghadirkan pakar kardiologi untuk membahas berbagai pendekatan dalam menangani aritmia terkait kardiomiopati, mulai dari diagnosis hingga pencegahan kematian jantung mendadak.
Setelah sesi Pembukaan dan Pre-Test, Anggia Chairuddin Lubis, MD membuka rangkaian materi dengan topik “Cardiomyopathy Perspective from Arrhythmia Clues”. Ia menekankan bagaimana tanda-tanda aritmia sering kali menjadi pintu masuk penting dalam mengenali kardiomiopati sejak awal. Evan Jim Gunawan, MD melanjutkan sesi dengan topik paparan “Tachycardia-induced Cardiomyopathy: Building a Foundation for Diagnosis” yang mengajak peserta memahami bagaimana takikardia dapat memicu perubahan struktural pada jantung sekaligus menjadi dasar penting dalam proses diagnosis.
Setelah sesi Diskusi Interaktif dan Coffee Break, giliran Irnizarifka, MD menyampaikan topik “Non-interventional Approach in Cardiomyopathy Related Arrhythmias”. Materi yang dibawakan menyoroti pilihan konservatif yang dapat dipertimbangkan sebelum langkah intervensi invasif diambil. Setelah tiga puluh menit berlalu, perhatian peserta kembali tertuju pada Evan Jim Gunawan, MD dalam sesi “Advancement of Ablation Technologies and Sudden Cardiac Death Prevention”. Ia menjelaskan bagaimana peran signifikan teknologi ablasi modern dalam mencegah kematian mendadak akibat aritmia, sebuah isu yang menjadi tantangan besar dalam praktik klinis saat ini.
Sesi dilanjutkan menjadi semakin interaktif dengan tajuk “Real Case Analysis: Just Another Usual Day”. Dalam format kolaboratif, Evan Jim Gunawan, MD; Irnizarifka, MD; Anggia Chairuddin Lubis, MD bersama-sama membedah kasus nyata yang menggambarkan kompleksitas sekaligus tantangan sehari-hari para klinisi di lapangan. Presentasi kasus tambahan semakin memperkaya sudut pandang, membuka ruang dialog hangat dengan para peserta ASM InaHRS 2025, serta menghadirkan kesempatan belajar yang aplikatif dan kontekstual.
Workshop kemudian ditutup dengan sesi Post-Test dan Penutupan. Seluruh rangkaian tidak hanya menghadirkan wawasan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan untuk praktik klinis nyata. Forum ini menekankan pentingnya integrasi diagnosis yang akurat, pendekatan konservatif yang bijak, pemanfaatan teknologi intervensi terkini, sekaligus pembelajaran dari kasus klinis sebagai kunci keberhasilan tatalaksana aritmia terkait kardiomiopati.