12 September 2025
Hari pertama Simposium di ASM InaHRS 2025 hadirkan integrasi fetomaternal-pediatrik dan inovasi manajemen aritmia pada p...
Hari pertama simposium The 12th Annual Scientific Meeting InaHRS 2025 di Paris Room diawali dengan Pre-Mini Symposium 1 bertajuk “Joint Symposium Fetomaternal & Cardiology Pediatric - From Fetal Diagnosis to Pediatric Follow-Up: Integrated Care Pathways”. Simposium mini kolaboratif ini dipimpin oleh Hauda El Rasyid, MD dan Alice Inda Supit, MD. Materi pertama disampaikan oleh Irvan Adenin, MD, PhD mengenai “Innovative Approaches to Diagnosing and Treating Fetal Arrhythmias: From Prenatal Detection to Therapeutic Strategies”. Ia menekankan pentingnya pemahaman variasi kondisi pasien dan peran ultrasound imaging dalam diagnosis dan penatalaksanaan aritmia pada janin.
Pembahasan kemudian berfokus pada dua subtipe aritmia janin: takiaritmia dan bradiaritmia. Aditya Agita Sembiring, MD, melalui topik “Pediatric Tachyarrhythmia Management: Current Evidence and the Role of Early Cardiac Ablation”, menjelaskan bahwa SVT dan VT pediatrik dapat ditangani dengan obat antiaritmia bila stabil, atau kardioversi DC sinkron bila tidak stabil. Rubiana Sukardi, MD, PhD membahas bradiaritmia pada topik “From Diagnosis to Device: Best Practices in Managing Pediatric Bradyarrhythmias” dan mendiskusikan tantangan penggunaan permanent pacemaker yang meski efektif, tetap menyimpan risiko komplikasi. Sesi ditutup dengan diskusi interaktif dan foto bersama.
Setelah Coffee Break, rangkaian dilanjutkan dengan Pre-Mini Symposium 2 yang bertajuk “Intersecting Pathways: Dyslipidemia and Arrhythmia – From Mechanisms to Modern Management” yang dipimpin oleh Budi Baktijasa Dharmajati, MD, PhD dan Arsha Pramudya, MD. Aruman Yudanto, MD membuka sesi dengan topik “Dyslipidemia and Arrhythmia: A Converging Epidemic”. Ia menyoroti fenomena lipid paradox, yakni ketika variabilitas kadar lipid juga berhubungan dengan peningkatan risiko atrial fibrilasi, tidak hanya kadar lipid tinggi saja. Budi Ario Tejo, MD melanjutkan dengan “Digital Tools and AI in Arrhythmia Detection for Dyslipidemic Patients” dan menjelaskan pemanfaatan teknologi digital seperti handheld device, patch, hingga smartwatch berbasis algoritma AI untuk mendeteksi aritmia, meski hasilnya tetap perlu konfirmasi dengan 12-lead EKG. Faris Basalamah, MD, PhD menutup dengan “Beyond Lipid Lowering Benefit: Statin in Arrhythmia Population” kala ia menekankan efek pleiotropik statin, termasuk anti-inflamasi dan proteksi pasca-operasi jantung.