11 September 2025
Dari indikasi ke praktik, workshop CSP menggabungkan teori, simulasi, dan kasus nyata.
Workshop siang bertajuk “Conduction System Pacing: Recent Advances and Clinical Application” yang berlangsung di Dubai Room, Level 11, menghadirkan pembelajaran komprehensif mengenai inovasi pacing modern. Di bawah arahan course director Giky Karwiky, MD, acara ini menekankan perpaduan bukti klinis terkini, keterampilan teknis, serta pengalaman praktis melalui simulasi dan studi kasus klinis.
Sesi ilmiah dibuka oleh Muhammad Yamin, MD, PhD, dengan presentasi “Current Indication for Conduction System Pacing and Clinical Evidence”. Materi ini memberikan dasar kuat mengenai kapan dan mengapa conducting system pacing (CSP) menjadi pilihan dengan landasan data klinis yang relevan. Ia kemudian melanjutkan sesi dengan topik “CSP Tool Selection (Catheter, Leads, When and Why?), Stylet Driven vs Lumenless”, membahas rincian teknis terkait pemilihan kateter dan lead, serta perbandingan metode stylet-driven dengan lumenless yang memiliki implikasi langsung terhadap keberhasilan prosedur dan hasil jangka panjang pada pasien. Berikutnya, Ignatius Yansen, MD lanjut membawakan “CSP Implant Step-by-Step Approach”. Paparan sistematis ini membantu para peserta memahami tahapan prosedural secara lebih terstruktur, sekaligus menekankan poin-poin krusial dalam praktik sehari-hari yang sering luput dari perhatian klinisi.
Usai Diskusi Interaktif dan Coffee Break, fokus bahasan bergeser ke aspek praktikal. Giky Karwiky, MD memandu “CSP Breakout Session: Simulator/CPP Heart”, sebuah sesi yang memungkinkan peserta mengasah keterampilan melalui simulasi berbagai kasus klinis. Ia juga mengupas “Challenging CSP Cases”, menghadirkan pengalaman klinis dalam menangani kasus dengan kompleksitas tinggi, sekaligus mengajarkan strategi adaptasi yang efektif. Menutup rangkaian ilmiah, Ignatius Yansen, MD menyampaikan “Follow Up and Troubleshooting for CSP”. Materi ini menyoroti strategi pemantauan pasca-implantasi serta solusi terhadap komplikasi teknis yang kerap muncul, menjadikan peserta lebih siap menghadapi tantangan klinis di lapangan.
Workshop ditutup dengan Post-Test dan sesi Penutupan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menghadirkan kombinasi teori, praktik, serta pengalaman klinis langsung. Hal tersebut memperkuat peran CSP sebagai inovasi penting yang tidak hanya relevan untuk praktik sehari-hari, tetapi juga menjadi arah masa depan terapi aritmia di era kedokteran presisi.